www.TIFKOM.net

Blog Komputer - Blog tentang tips, informasi dan panduan tentang belajar komputer, website, programming, desain grafis, database, jaringan, software dan SEO yang terlengkap dan terbaru.

Pengenalan PHP dan Cara Menjalankannya






pengenalan PHP

PHP merupakan singkatan dari Hipertext Preprocessor yang merupakan bahasa script yang digunakan untuk pengembangan web yang bersifat Open Source.
PHP merupakan bahasa yang berjalan pada sisi server (server-side), sehingga script dari PHP tersebut dieksekusi di server, sedangkan client hanya menerima outputnya saja. Selain itu, php juga mensupport banyak jenis database, antara lain dengan aplikasi MySQL, Informix, Oracle, Solid, PostgresSQL, Generic ODBC dan lain – lain.

Script PHP dapat disisipkan pada halaman dokumen HTML, dan tujuan dari PHP adalah untuk membangun halaman web menjadi dinamis.
PHP sendiri adalah salah satu bahasa pemrograman yang dikembangkan dan ditulis dari bahasa C.

Bagaimana sejarah singkat dari PHP?

PHP diciptakan oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1994, ketika itu penggunaan PHP hanya untuk mencatat jumlah dan siapa saja pengunjung homepage dari Rasmus Lerdorf ini. Personal Home Page Tool versi 1.0 dan 2.0 dikeluarkan secara gratis.

Kemudian pada tahun 1996, PHP telah banyak digunakan dalam pembuatan website dunia. Sehingga pada tahun 1998 dan 2000 diluncurkan PHP 3.0 dan PHP 4.0 secara berurutan. Saat ini versi yang sudah diluncurkan adalah versi 5.x

Berikut ini alasan atau kelebihan – kelebihan mengapa kita harus menggunakan PHP dalam pembuatan website, yaitu:
  • Berfokus pada pembuatan script server-side
  • Dapat digunakan pada semua sistem operasi
  • Tidak terbatas pada hasil keluaran HMTL
  • Kemampuan untuk mengolah keluaran gambar, file PDF dan movie Flash
  • Dapat menghasilkan teks seperti XHTML dan file XML lainnya
  • Dukungan terhadap banyak software database.


Cara penulisan sintaks PHP:
Script PHP ditulis dalam apitan tanda khusus PHP.
Ada 4 (empat) macam tag PHP yang dapat digunakan, yaitu sebagai berikut:
  • <?php…?>
  • <script language=”php”>…<script>
  • <?...?>
  • <%...%>

Cara 1 dan 2 merupakan cara yang paling umum digunakan, sedangkan cara 3 tampak lebih praktis tapi tidak selalu diaktifkan pada konfigurasi file PHP ini.
Cara 4 menggunakan bagi yang sudah terbiasa dengan ASP (Active Server Page), cara ini juga harus diaktifkan dari file konfigurasi php ini.

Pada penulisan tag PHP yang nomor 4 dapat dilakukan pada file php seperti pada baris berikut:

; Allow ASP-style <% %> tags.
Asp_tags = off

Pada script diatas ubah off menjadi on, kemudian simpan dan restart kembali web servernya.

Di sini lebih direkomendasikan menggunakan cara penulisan yang bagian pertama untuk maksimum kompalibiti. Sebuah file PHP secara normal dapat berisi HTML tags dan script PHP itu sendiri.
Jadi di didalam file php tetap bisa menampung tags – tags dari HTML.

Terdapat 2 cara untuk menuliskan script PHP yaitu:
1. Embedbed Script (cara yang sering digunakan)
Yaitu script PHP disisipkan diantara tag – tag dokumen HTML 

2. Non-Embedbed Script
Yaitu script/program PHP murni, disini tag HTML yang disisipkan dalam script PHP, selain itu semua adalah bahasa PHP

Dari ke-2 bentuk penulisan ini tetap harus disimpan dalam tipe .php. Meskipun seperti Embedbed Script adalah tag – tag dokumen HTML. Tetapi tetap harus disimpan dalam file .php.

Perhatikan contoh penggunaan sintaks penulisan PHP pada contoh dibawah ini:

Contoh sintaks PHP:

<html>
<head>
<title>Contoh Sintaks Penulisan PHP </title>
</head>
<body>
<?php
    print ‘Cara sintaks PHP’;
?>
<br>
<script language=’php’>
echo ‘Cara 2 sintaks PHP’;
<script><br>
<?
    print ‘Cara 3 sintaks PHP’;
?>
<%
    print’Cara 4 sintaks PHP’;
%>
</body>
</html>

Cara membuat dan menjalankan script PHP:
Di atas adalah sintaks dari script PHP, jadi untuk membuat script tersebut maka diketik menggunakan software editor teks seperti notepad, notepad++, dreamweaver, edit plus, vi, php designer, dan lain – lain.

Script PHP tidak langsung bisa dijalankan dibrowser seperti tags HTML.

  • Script PHP harus disimpan didalam sebuah folder pada software seperti XAMPP dan disimpan dengan extensi .php
  • Untuk menyimpan script PHP di XAMPP,  sebelumnya anda harus menginstal software XAMPP kemudian tempatkan file PHP anda di folder c:\xampp\htdocs
  • Bukalah browser anda. Tahukan apa itu browser? Seperti Google Chrome, Internet Explorer, Mozilla Firefox, atau browser lainnya.
  • Sebelum anda mengakses file PHP di browser, anda harus menjalankan apache terlebih dahulu dengan cara mengecek checkbox apache di Xampp Control Panel.
pengenalan PHP
Ketik pada address di browser anda:
jika memang anda menggunakan folder, jika tidak langsung saja seperti di bawah ini:
Maka output dari script PHP akan ditampilkan.

Untuk mengetesnya, coba anda lakukan pada contoh sintaks php diatas.
Contoh diatas merupakan Embedbed Script karena script PHP disisipkan diantara tag – tag HTML.

Jadi dari ulasan diatas telah kita tahu apa itu PHP, kegunaannya, cara penulisannya, bagaimana cara membuat dan menjalankan PHP.


Dasar ini sangat bermanfaat untuk dipelajari, jika kita ingin membangun website yang dinamis. Sehingga tampilan dari website dapat dibuat semenarik mungkin.





3 Komentar untuk "Pengenalan PHP dan Cara Menjalankannya"

Makanya kunjingi trus blog kita ya...

This comment has been removed by a blog administrator. - Hapus

Terimakasih sudah membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar yang membangun, pertanyaan yang sopan dan sesuai topik. No spam (link aktif pasti dihapus).

Back To Top