www.TIFKOM.net

Blog Komputer - Blog tentang tips, informasi dan panduan tentang belajar komputer, website, programming, desain grafis, database, jaringan, software, SEO, Startup & Digital Marketing.

Berbagi Pengalaman Kerja di Startup





TEPAT #3 BULAN

Halo, setelah sekian lama (lebih dari setengah tahun), saya Ronaldi Tumanggor (author tifkom.net) baru bisa update lagi di blog ini.

Yah... mohon maklumlah teman - teman ya, karena fokus menyelesaikan skripsi. Syukur, saat ini telah bekerja di sebuah startup.

Makanya kali ini saya mau share sedikit pengalaman saya bekerja di startup.

pengalaman bekerja di startup - Ronaldi Tumanggor
Bekerja di startup Pak Tani Digital


Hari ini (24/06) tepat saya sudah 3 bulan bekerja dan bergabung di Startup (perusahaan rintisan) di Medan.

Nah, buat teman – teman yang belum tahu itu startup, startup adalah perusahaan rintisan yang belum lama beroperasi. Namun untuk saat ini, hampir seluruh startup berbasiskan digital, artinya internet sebagai fasilitas utama.

Namun lebih tepatnya menurut saya, startup itu ada karena ada masalah yang harus dipecahkan serta menjadi solusi bagi banyak orang. Jadi startup bisa dibilang perusahaan rintisan yang menyelesaikan berbagai masalah di tengah masyarakat dan bisa berdampak & bermanfaat bagi masyarakat luas.


Jika teman – teman tahu tentang Bukalapak, Gojek, Tokopedia & Traveloka. Dulunya mereka juga adalah startup Indonesia yang sekarang berubah status Unicorn. Bahkan saat ini para unicorn ini bisa menampung tenaga kerja puluhan hingga ratusan ribu karyawan.

Mengapa saya memilih bekerja di startup?

Membuat keputusan bekerja di startup, sebenernya keluar dari zona nyaman ya. Mengapa gak kerja di BUMN, atau perusahaan multinasional?

Alasannya cukup sederhana, karena saya masih ingin sekali banyak belajar dan saya berkeinginan punya dampak besar dan bermanfaat bagi orang banyak.

Saya sedikit berbagi nih pengalaman bekerja di startup.

1. Yang pertama, tidak ada aturan tegas yang tertulis.

Ya bener, bekerja di startup itu tidak ada aturan yang tertulis, tergantung dengan koordinasi untuk kebaikan bersama. Jadi aturannya, hanya diingat dan saling mengingatkan.

2. Tidak ada aturan gaya berpakaian.

Kita itu bekerja di startup tidak ada aturan tentang gaya berpakaian. Namun orang – orang startup berpakaian semiformal.
It’s so simple. Pakai kaos dan celana panjang trus pergi ngantor. 

Cocok banget sih bagi saya yang tidak terlalu peduli dengan penampilan. So, pasti ini menghemat banget karena tidak perlu beli pakaian rapi yang mahal – mahal.

3. Tidak punya target kerja.
Eitss... sepertinya yang di atas salah deh.  Tidak punya target kerja, artinya bukan kita bisa sesuka hati bekerja tanpa memperdulikan apa yang dikerjain. 

Maksud saya di sini, kita punya banyak sekali kerjaan yang harus dilakukan. Bahkan kerjaan kita tidak akan pernah selesai. Karena kita selalu berinovasi, melakukan hal yang cocok untuk pasar. 

Customer development adalah aspek yang utama untuk diperhatikan dalam startup. Maka gak menutup kemungkinan, kita bekerja di malam hari juga atau pun di luar kantor

4. Harus punya beberapa kemampuan khusus.

Dengan banyaknya kerjaan yang harus dilakukan, pastinya kita dituntut harus punya beberapa kemampuan khusus. 

Seperti pengalaman misalnya, dalam satu hari itu saya bisa bekerja sebagai Graphic Designer, Database Analyst, Content Writer atau Editor, Digital Marketing, Admin Medsos atau juga developer. Jadi distartup belajar hal – hal baru itu sebuah keharusan.

Mengapa ya kerjaannya banyak banget?

Ya... karena kita tidak punya banyak sumber daya/resources. Jadi memaksimalkan yang minimal. Jadi startup itu biasanya punya tim di bawah 10 di awal – awal, bahkan relatif 4 orang saja.

5. Tidak punya jenjang karir

Namanya startup sebagai perusahaan rintisan. Jadi tetap fokus pengembangan, kita belum tahu kapan akan berhasil dan sukses. Bisa jadi juga gagal. Jadi orang – orang yang kerja di startup masih belum punya jenjang karir yang jelas.

Namun ke depannya, jika startup memang benar – benar sukses , misalnya kita yang dulunya hanya beranggotakan 4 orang sangat berpeluang mengisi posisi yang sangat strategis jika sudah punya karyawan ratusan hingga puluh ribuan.

Yang membuat kita itu tertarik bekerja di startup adalah betapa bangganya kita jika bisa membantu banyak orang dan menjadi solusi bagi permasalahan yang ada adalam masyarakat.

Itulah alasan mengapa saya memilih untuk bekerja di startup saja, dan sedikit menceritakan pengalaman saya yang masih terbilang sangat belum lama. 

Tulisan ini suatu waktu bisa diperbaiki agar lebih baik untuk dibaca.

Teman – teman yang mau diskusi, bertanya dan memberikan saran. Sangat diharapkan di kolom komentar ya.

Salam bootstrap, salam startup Indonesia

Ronaldi Tumanggor
 Founder ruangmahasiswa.com 

Tag : startup
0 Komentar untuk "Berbagi Pengalaman Kerja di Startup"

Terimakasih sudah membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar yang membangun, pertanyaan yang sopan dan sesuai topik. No spam (link aktif pasti dihapus).

Back To Top